Kenapa Anime-anime Jepang Selalu Berlatar Kehidupan Eropa



Banyak anime Jepang terlihat berlatar belakang Eropa karena beberapa alasan historis, estetika, dan budaya. Ini bukan kebetulan. Berikut penjelasannya:

1. Pengaruh Sastra dan Cerita Barat

Sejak lama Jepang banyak mengadaptasi cerita klasik Barat. Misalnya karya dari penulis seperti Victor Hugo, Alexandre Dumas, atau Johann Wolfgang von Goethe.
Cerita-cerita tersebut sering berlatar Eropa (kastil, kerajaan, bangsawan), sehingga ketika diadaptasi menjadi anime atau manga, latarnya tetap dipertahankan.

Contohnya:

  • Attack on Titan → arsitektur dan suasana kota sangat mirip kota Eropa abad pertengahan.

  • Fullmetal Alchemist → budaya dan militer sangat terinspirasi dari Eropa awal abad ke-20.

2. Estetika Eropa Dianggap “Eksotis” oleh Orang Jepang

Bagi orang Jepang, bangunan seperti kastil batu, gereja besar, jalanan batu, dan kota tua terasa unik dan romantis.
Karena itu latar Eropa sering dipakai untuk memberi kesan:

  • klasik

  • fantasi

  • megah

  • historis

Ini sama seperti di Indonesia kadang film memakai latar Jepang atau Korea agar terasa berbeda.

3. Cocok untuk Genre Fantasi

Banyak anime bergenre fantasy, magic, atau medieval. Setting seperti itu lebih cocok dengan dunia yang mirip Eropa abad pertengahan:

  • ksatria

  • kerajaan

  • kastil

  • penyihir

Contoh:

  • Black Clover

  • Re:Zero − Starting Life in Another World

  • Sword Art Online

4. Pengaruh Sejarah Jepang

Pada era Restorasi Meiji (akhir abad ke-19), Jepang mulai banyak belajar dari Eropa dalam militer, pendidikan, dan teknologi. Sejak saat itu budaya Barat sering muncul dalam karya sastra dan hiburan Jepang.

5. Karakter Lebih “Universal”

Anime sering membuat karakter dengan penampilan campuran (mata besar, rambut warna-warni). Dengan latar Eropa, cerita terasa lebih “netral” dan bisa dinikmati penonton global tanpa terlalu terikat budaya Jepang.


Kesimpulan:
Anime Jepang sering berlatar Eropa karena kombinasi pengaruh sastra Barat, estetika yang dianggap eksotis, cocok untuk genre fantasi, dan sejarah modernisasi Jepang.

Post a Comment

Sebelum kamu pergi

Kalau kamu suka dengan artikel ini, gunakan tombol-tombol share untuk membagikan artikel ini ke teman-teman kamu, dan daftarkan email kamu untuk mendapatkan update jika ada artikel baru. Terima Kasih.!

Lebih baru Lebih lama